Bersiap Migrasi ke IPv6?

Seperti telah dilaporkan oleh otoritas tertinggi yang bertanggung jawab dalam pengalokasian alamat IP IANA (Internet Assigned Number Authority), alokasi alamat IPv4 telah habis dialokasikan kepada masing-masing regional RIRs (seperti ARIN, RIPE NCC, APNIC dll). Pertumbuhan internet dunia dunia akan mengalami kemunduran apabila tetap mempertahankan alamat IPv4 yang tersisa yakni pool /8. Alamat IPv6 sebagai alamat IP generasi akan datang yang diimplementasikan untuk mengganti infrastruktur internet saat ini pada IPv4. Akan tetapi, dalam waktu dekat kemungkinan mengganti dalam hal ini migrasi dari alamat IPv4 ke alamat IPv6 tidak mungkin terlaksana dengan mudah.

Organisasi-organisasi besar dunia yang masih bertahan dengan IPv4 dikarenakan beberapa aspek dan alasan sehingga belum sepenuhnya migrasi kepada alamat internet protokol yang baru ini. Perusahaan-perusahaan lainnya mulai menggunakan alamat IPv6 sebagai pengganti alamat IPv4 agar dapat menumbuhkan jaringan perusahaan tersebut pada internet. Seperti event “World IPv6 Day” oleh ISOC (Internet Society) yang baru dilakukan, diikuti banyak organisasi dan perusahan besar diseleuruh dunia dalam melakukan test-flight IPv6 kepada internet nyata selama 24 jam. Terdapat beberapa top websitus dan penyedia jasa layanan internet (ISP) bergabung dalam event tersebut, seperti Google, Facebook, Yahoo, Akamai, Limelights Network dan lebih dari ribuan website ikut ambil bagian. Migrasi dari IPv6 ke IPv4 wajib dan harus dilakukan karena beberapa fakta mengenai jaringan internet saat ini :

Pertumbuhan internet begitu cepat

Aplikasi-aplikasi seperti internet banking, mobile IP, mobile phones/smart phones, gadget, dll tumbuh sangat cepat.

Alamat IPv4 tidak sanggup menopang pertumbuhan internet

IPv4 sebagai alamat IP yang digunakan pada internet untuk saat ini tidak memiliki alamat yang dapat dialokasikan kepada masing-masing RIRs sebagai alamat publik IP.

NAT memiliki permasalahan sendiri.

Untuk membantu efisiensi penggunaan alamat IPv4 yang semakin menipis, maka dipergunakan NAT (Network Address Translation) yakni suatu mekanisme translasi alamat IP private kepada alamat IP publik. Akan tetapi, NAT sendiri memiliki masalah kurang mendukung dalam pemakaian aplikasi voice call di internet. NAT membatasi akses data pada saat melakukan konkesi kepada gateway diatasnya.

IPv6 terjadi dibeberapa negara didunia

Saat ini terdapat beberapa negara mulai mempersiapkan untuk mengimplementasikan alamat IPv6 sebagai IPv4 walaupun belum sepenuhnya berganti kepada alamat IPv6. Patut dicontoh oleh Negara-negara lain dibelahan dunia agar mulai menerapkan dan mengimplementasikan alamat IPv6. China, Japan, Malaysia, Singapura, beberapa Negara Eropa, negara-negara kawasan Amerika dll.

Implementasi IPv6 masih memiliki beberapa perhatian terkait teknologi baru yang akan muncul.

Dengan muncul teknologi-teknologi baru menjadi isu penting dalam penerapan IPv6 kedalamnya. saat ini hampir semua teknologi internet masih menerapkan IPv4. Untuk kedepan teknologi internet yang baru akan menggunakan IPv6.

Agar migrasi IPv4 ke IPv6 tidak serta merta dapat dilakukan hanya dengan mengganti alamat IPv4 menjadi alamat IPv6 dikarenakan antar kedua alamat IP berbeda protokol yang telah ditetapkan. Diperlukan beberapa metode dan mekanisme agar IPv6 dan IPv4 dapat berjalan berdampingan antara lain melalui mekanisme tunneling IPv6 over IPv4, Dual-Stack, Translasi, address-compatibility. Mekanisme ini telah dibuat sebagai cara untuk menghubungkan jaringan IPv6 melalui infrastruktur jaringan IPv4.

Mekanisme diatas lebih ditugaskan kepada penyedia layanan internet baik layanan internet transit maupun stub (ISP). Biasanya migrasi IPv4 ke IPv6 pada end-user tidak begitu berpengaruh karena alamat IPv6 memiliki autoconfigurations format yang memungkinkan end-user secara otomatis mendapat alamat IPv6 dari penyedia jasa layanan internet secara langsung (directly). Disamping format konfigusi secara otomatis, alamat IPv6 mendukung format EUI-64 dimana alamat mesin MAC-Address suatu perangkat jaringan dikonversi kepada alamat IPv6 EUI-64 baik lokal maupun global.

Dalam hal ini penyedian layanan internet wajib untuk ambil bagian secara penuh untuk mendukung sistem pengalamatan IPv6 agar dapat memberikan layanan kepada customers maupun end-user secara langsung. Menunggu merupakan bukan tindakan yang baik, karena kedepannya penggunaan alamat IPv6 akan semakin banyak sehingga hubungan dengan jaringan IPv6 tidak mungkin terjadi apabila masih menggunakan alamat IPv4 (lama).

Dalam tulisan ini saya menghimbau kepada segenap perusahaan/organisasi, pemerintah, praktisi dan personal untuk mulai melihat sekaligus mengimplementasikan sistem pengalamatan internet yang baru IPv6 agar jaringan internet Indonesia dapat tergabung dalam internet generasi baru.

Refrensi : http://www.nro.net/documents/ipv6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: