World IPv6 Day

Internet yang kita kenal sekarang ini merupakan komunikasi jaringan komputer berdasarkan IPv4. Internet protokol versi 4 telah menjadi dasar dan fondasi selama lebih dari 30 tahun untuk jaringan komputer maupun jaringan internet secara global. IPv4 merupakan protokol internet yang memiliki panjang 32-bit bilangan biner artinya jumlah IP publik dapat disediakan oleh IPv4 sekitar 232 = 4,294,967,296. Untuk implementasinya tidak semua alamat tersebut digunakan. Ada beberpa ketentuan alamat IP tidak digunakan untuk alamat publik misal alamat network-ID, broadcast-ID serta alamat pada kelas D dan kelas E lebih dipergunakan dalam keperluan riset dan penelitian maka pemakaian alamat IPv4 tidak lebih dari 4 milliar alamat IP. Hal ini membuat digunakan berbagai mekanisme bertujuan untuk meminimalisasi alamat IP yang disebar ke jaringan internet global. Seperti mekanisme subnetting untuk alamat IPv4 yang mencakup NAT, CIDR, VLSM dan lain-lain.

Akan tetapi hal tersebut diatas merupakan mekanisme tambahan pada IPv4 tidak default untuk format IPv4. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa alokasi alamat IPv4 terbatas dan akan segera habis walaupun dengan mekanisme apapun dalam mengurangi pemborosan alamat IP. Ini terlihat begitu banyak permitaan alamat IP dalam beberpa tahun belakangan baik perusahaan, institusi pemerintah dan swasta maupun end-user sendiri banyak meminta alamat IP agar dapat berkomunikasi dengan jaringan internet dunia. Pada awalnya pemakaian alamat IP tidak memperhatikan kemungkinan meledaknya permintaan alamat IP untuk global serta terbatas untuk menyebarkan pada jaringan dunia.

Berdasarkan hasil analisa dari ipv6summit.co.id posisi alokasi alamat IPv4 per akhir Triwulan III 2011 dan Hurricane Electric statistik alamat IPv4 yang tersisa dalam hitungan hari dan sekarang dipergunakan alamat IP cadangan oleh IANA (Internet Assigned Number Authority) sebagai badan resmi yang mengalokasi pembagian alamat IPv4.

Melihat statistik diatas alokasi alamat IPv4 telah habis dan kemungkinan alamat IP cadangan yang tidak begitu banyak akan dipakai untuk menangani alamat IP sekarang. Sudah saatnya jaringan internet global beralih kepada protokol internet baru IPv6 yang disebut sebagai Internet Protocol next generation (IPng).

World IPv6 Day awal dan babak baru dalam jaringan internet global. IPv6 yang ditetapkan sebagai new internet protocol akan diuji diterapakan dalam jaringan internet. Ini dilakukan oleh ISOC (Internet Society) yaitu badan internasional berperan dalam forum jaringan internet dunia. Uji coba ini dilakukan untuk membantu penyebaran alamat IPv6 kepada jasa layanan internet (ISP), perusahaan, institusi pemerintah maupun swasta, universitas, sekolah end-user (perorangan) dan bidang-bidang lainnya yang mempergunakan jasa alamat IPv6. Untuk World IPv6 Day akan ikut berpartisipasi berbagai situs terkenal (seperti Google, Facebook, Yahoo, Youtube, Cisco, Telkom Indonesia dan masih banyak lagi) dalam mendukung terlaksanya uji coba ini. Pada tanggal 8 juni 2011 World IPv6 Day akan dilaksakan yakni sebagai test flight IPv6 dalam jaringan internet.

Apabila perangkat jaringan yang terhubung ke internet telah mendukung IPv6 tidak memiliki masalah, tetapi perangkat yang belum mendukung IPv6 (masih berdasar IPv4) kemungkinan sulit untuk mengakses alamat-alamat situs tersebut. Persiapankan perangkat jaringan kita agar dapat menerima awal baru dalam jaringan internet dunia karena FUTURE IS FOREVER.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: