Packet tracer

Packet tracer merupakan salah satu aplikasi keluaran Cisco sebagai simulasi/simulator merangkai dan sekaligus mengkonfigurasi suatu jaringan(network). Sama halnya  dengan simulator-simulator jaringan lainnya yang ada seperti GNS3, Dynamips, Dynagen maupun simulator lain khusus digunakan pada  simulasi jaringan. Simulator tersebut tidak jauh berbeda dengan packet tracer, akan tetapi kemudahaan pada packet tracer lebih baik dari simulator diatas hal tersebut nampak dari penempatan perangkat jaringan maupun pada saat konfigurasi perangkat jaringan. Software ini sangat praktis digunakan untuk mendesain topologi jaringan yang kita inginkan, disertai dengan berbagai perangkat-perangakat jaringan dibutuhkan pada suatu area network misal router, switch, hub maupun perangkat lainnya. Dengan dukungan dari banyak perangkat tersebut akan memudahkan kita dalam menentukan jenis perangkat jaringan yang akan kita gunakan pada topologi kita inginkan.

Aplikasi packet tracert memiliki keunggulan dan kemudahan dibandingkan dengan simulator jenis lain. Kita dapat melakukan rancangan suatu topologi jaringan dengan mudah serta penempatan perangkat jaringan dapat diatur dan ditentukan dengan baik. Konfigurasi – konfigurasi juga dapat dilakukan dengan teliti sehingga antara perangkat jaringan dapat dihubungkan dengan baik. Kemudahan yang diberikan packet tracer juga terlihat pada saat penginstallan aplikasi tersebut. Software pack traceetr dapat diinstall pada PC maupun laptop dengan spesifikasi rendah sehingga tidak tergantung pada spesifikasi yang baik sekalipun.

Packet tracer sangat mudah digunakan dan diaplikasikan pada suatu desain topologi jaringan/network. Dengan kemudahan tersebut aplikasi telah melakukan peningkatan – peningkatan agar dapat melengkapi aplikasi packet tracer versi sebelumnya. Saya memakai simulator ini versi 4.1, dengan versi kemudahaan sudah sangat kelihatan apalagi sekarang muncul versi terbaru 5.0 keluaran Cisco dengan packet tracer 5.0 akan sangat membantu para administrator jaringan untuk mengimplementasikan topologi jaringan sebelum diterapkan pada suatu area nyata. Untuk mendapatkan aplikasi ini kamu bisa mendownloadnya di internet secara gratis

Untuk membuat sebuah konfigurasi jaringan, bagi pemula, sebaiknya ditentukan dulu jenis device yang digunakan, berapa jumlahnya dan bagaimana bentuk konfigurasi jaringan tersebut pada kertas buram. Jenis-jenis kabel penghubung ditentukan berdasarkan aturan sebagai berikut :

Untuk mengkoneksikan peralatan yang berbeda, gunakan kabel Straight-through

Router  –   Switch
Router  –   Hub
PC        –   Switch
PC        –   Hub

Untuk mengkoneksikan peralatan yang sama, gunakan kabel Cross-Over

Router   –  Router
Router   –  PC
Switch   –  Switch
Switch   –  Hub

Untuk mengkonfigurasi Router melalui PC gunakan kabel Roll-Over

Pada komfigurasi perangkat – perangkat jaringan sangat menentukan dalam merangcang suatu topologi jaringan . Proses konfigurasi merupakan bagian penting dalam susunan jaringan. Proses konfigurasi di masing-masing device diperlukan untuk mengaktifkan fungsi dari device tersebut. Proses konfigurasi meliputi pemberian IP Address dan subnet mask pada interface-interface device (pada Router, PC maupun Server), pemberian Tabel Routing (pada Router), pemberian label nama dan sebagainya. Setelah proses konfigurasi dilakukan, maka tanda bulatan merah pada kabel yang terhubung dengan device tersebut berubah menjadi hijau. Ada 2 mode konfigurasi yang dapat dilakukan : mode GUI (Config mode) dan mode CLI (Command Line Interface).  Contoh konfigurasi dengan mode GUI Klik device yang akan dikonfigurasi. Pilih menu Config. Klik interface yang diinginkan. Isi IP Address dan subnet mask-nya. Lakukan hal yang sama untuk interface-interface dan device yang lain.

Contoh konfigurasi dengan mode CLI Klik device yang akan dikonfigurasi. Pilih menu CLI. Ketik perintah sesuai dengan format yang disediakan oleh Cisco.

Setelah hal tersebut dilakukan untuk melakukan simulasi terhadap konfigurasi diatas dapat dilakukan dengan system konfigurasi seperti halnya konfigurasi – konfigurasi pada router maupun switch. Untuk itu diperlukan perpaduan antar perangkat yang akan kita simulasikan atau dibangun. Gambar diatas menjelaskan tentang konfigurasi – konfigurasi yang dilakukan pada suatu perangkat misal pada router. Hal ini dilakukan untuk mengkoneksikan dengan router maupun pada suatu host. Jelas terlihat bentuk konfigurasi dan akan memudahkan kita untuk mengatur area jaringan yang akan kita buat.

Contoh kecil topologi jaringan yang akan dibangun dengan packet tracer :

Dengan aplikasi dan simulator packet tracer ini mudah – mudahan dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu dan pengetahuan tentangan jaringan dan perangkat  jaringan komputer maupun konfigurasi – konfigurasi pada suatu perangkat seperti halnya pada konfigurasi router baik itu konfigurasi pada mode Cisco maupun Juniper Network yang sekarang ini paling banyak digunakan dalam pengkonfigurasian perangkat networking

3 comments
  1. dimas said:

    saya minta tolong pliz..
    download software nya dmna ya?
    kirimin link nya ke email saya ya mhunt3r17@gmail.com

  2. BMZ said:

    agh…… susahx setting NAT pke CLI d packet tracer !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: