Analisis Routing External pada EBGP

Lagi iseng – iseng buatin artikel routing protocol, kebetulan aj hari ini lagi punya ide untuk ngembangin artikel diblog giat501. Soalnya sebelumnya males banget nulis artikel ( … mungkin lagi asik – asik nya liatin junior2 baru, abis cakep – cakep cew nya ….🙂 akhirnya muncul dech ide – ide baru ngelanjutin perjuangan nulis artikel. Nikmati ya dan kalo gak ngerti tanyakan aj, mudah – mudahan bisa kejawab pertanyaannya ….

Routing external merupakan koneksi yang terjadi pada routing – routing protocol berbeda nomor AS(Autonomous System). Pada pembahasan sebelum ini telah dijelaskan tentang AS merupakan system penamaan yang khusus pada suatu area tertentu (perusahaan/instansi besar) memiliki aturan tersendiri dan berbeda dengan area lainnya. Pembahasan kali ini akan menjelaskan analisis antara dua area dengan nomor AS tidak sama.  Seperti gambar berikut :


Pada gambar menjelaskan koneksi antara kedua routing internal dimana routing IGP dikonfigurasi oleh protocol routing OSPF. Dalam hal ini menerangkan koneksi anatara kedua area/lokasi yang berbeda nomor AS-nya masing -masing area memiliki aturan dan otoritas sendiri. Hal tersebut membuat antara kedua nomor AS  tidak dapat terjadi komunikasi, untuk itu dibutuhkan suatu ruting protocol melakukan koneksi antara nomor AS berbeda.

Seperti telah diketahui bahwa routing internal (IGP) suatu routing protocol melakukan koneksi anatara nomor AS sama misalnya OSPF, EIGRP, RIP dll. Sedangkan routing External (EGP), routing protocol untuk koneksi nomor AS berbeda. Untuk dapat melakukan koneksi jaringan pada gambar diatas dibutuhkan routing external BGP. Dalam hal ini BGP terbagi menjadi dua yakni IBGP dan EBGP, kedua routing protocol tersebut memilki karakteristik berbeda walaupun masih pada routing BGP. Routing IBGP dipakai pada koneksi BGP hanya sebagai routing internal pada area AS yang sama, artinya pemakaian routing IGP pada area BGP dapat dilakukan. Hal tersebut terjadi karena routing IBGP merupakan koneksi antara jaringan local pada satu nomor AS tertentu yang akan melakukan koneksi dengan jaringan luar melalui EBGP. Akan tetapi routing IGP dengan IBGP tidaklah sama, sebab protocol IBPG memiliki aturan tersendiri dan berbeda dari protocol – protocol routing IGP lainnya. Untuk itu sangat dibutuhakan pemahaman yang baik agar dapat mengerti tentang BGP (tidak dijelaskan pada pembahasan ini).

EBPG diperlukan pada kondisi ini sebagai koneksi dengan jaringan berbeda nomor AS atau tetangganya. Agar terjadi komukasi antara kedua area jaringan tersebut diperlukan routing EBGP. IBGP akan memperkenalkan network – network mana saja akan di kenalkan dengan tetangganya(nomor AS lain), Kemudian EBGP menyampaikan pesan dari jaringan yang akan dikenalkan tersebut (istilahnya Advertise). Setelah EBGP menyampaikan pesan tersebut, jaringan tetangga akan menerima advertise tersebut dan mencoba untuk melakukan advertise ulang terhadap network – network pada jaringan yang dimilkinya. Artinya tiap – tiap nomor AS akan saling memperkenalkan network – network apasaja ada pada area jaringannya.

Setelah komunikasi terjadi BGP akan bertanggung jawab atas traffic – traffic jaringan antara kedua AS. Management baik sangat diperlukan pada routing BGP karena sedikit salah akan membuat routing tabel berubah, hal tersebut membedakan BGP terhadap protocol – protocol lainnya. Akan tetapi protocol BGP memberikan keleluasaan pada kita untuk memanage routing tersebut dan perlu pemahaman khusus untuk routing BGP. Router BGP mempunyai atibute dan memrupakan inti pada routing BGP. Settingan pada atribute yang baik akan membuat komunikasi antar AS bekerja dengan bagus.

Routing BGP sangat dibutuhkan pada topologi jaringan seperti pada gambar yang akan memgkoneksikan lebih dari satu nomor AS. Hal ini merupakan implementasi terhadap jaringan Internet. Peran BGP sebagai routing protocol untuk Internet sangatlah berarti dan dapat dikatakan BGP sebagai inti dari Internet. saya tidak membahas secara detail BGP inti Internet silahkan tunggu artikel selanjutnya mengenai routing BGP pada Internet.    ^_^

2 comments
  1. saya ngak ngerti konfigurasi bgp nya di packet tracer, sebelumnya saya sudah buat konfigurasi 2 jaringan menggunakan ospf yang beda AS, bisa tolong ajarin atau minta tutorial konfigurasi bgpnya dong mas buat gambar diatas.. makasih

  2. giat said:

    Untuk simulator Packet Tracer belum sepenuhnya mendukung fitur-fitur konfiugarasi BGP, pada gambar diatas saya menggunakan GNS3 (coba googling atau ke situs http://www.gns3.net). OSPF dan BGP tidak sama, banyak perbedaan antara kedua protokol routing tersebut. Kalau konfigurasi OSPF dan BGP begitu tidak sulit dan banyak sekali tutorialnya (internet, google dll). Saya tidak melakukan konfigurasi BGP untuk gambar diatas, hanya menerangkan penerapan OSPF dan BGP pada suatu domain AS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: