VLSM (Variabel Length Subnetting Mask)

Tipe dari Subnetting

Static Subnetting

Suatu bentuk subnetting yang digunakan hanya untuk memperhatikkan terhadap class dari IP address. Contoh untuk jaringan class C yang hanya memiliki 4 host digunakan subnetting 255.255.255.0. Dalama penggunaan ini akan memudahkan karena apabila ada penambahan jumlah host tidak perlu merubah subnetmasknya, karena akan membuat pemborosan sebanyak 250 host IP. Cara perhitungan static subnetting sebagai berikut :

Suatu jaringan dengan menggunakan class A, IP 10.252.102.23

00001010 11111100 01100110 00010111     Alamat 32 bit
10        252      102       23       Alamat desimal

Artinya 10 sebagai alamat network dan 252.102.23 sebagai alamat host.
kemudian menetukan bahhwa bit 8 sampai bit ke-24 merupakan alamat subnet. Artinya menggunakan
subnetmask 255.255.255.0 (11111111 1111111 11111111 00000000 dalam notasi bit).Dengan aturan bit 0 dan 1 maka jaringan tersebut memiliki 65534 subnet dengan masing-masing subnet memiliki jumlah host
maksimal sebanyak 254 host.

VLSM Subnetting

VLSM merupakan bentuk lain dari tehnik subnetting akan tetapi pada subnetting ini yang digunakan bukan berdasarkan jumlah banyak IP dalam satu subnet/class melainkan banyak host yang ingin dibuat. Hal ini akan membuat semakin banyak jaringan yang dapat dipisahkan pada suatu subnet maupun class.

Sebagai contoh, suatu jaringan menggunakan class C dengan IP address 192.168.32.0. Jaringan tersebut ingin membagi jaringannya menjadi 5 subnet dengan rincian sebagai berikut :

  • Subnet #1 : 50 host
  • Subnet #2 : 50 host
  • Subnet #3 : 50 host
  • Subnet #4 : 30 host
  • Subnet #5 : 30 host

Rincian diatas tidak akan tercapai apabila menggunakan static subnetting. Untuk hal tersebut apabila menggunakan subnetting 255.255.255.192 maka hanya terdapat 4 subnet dengan tiap-tiap subnet memiliki 64 host, akan tetapi untuk kasus ini dibutuhkan 5 subnet. Dan apabila menggunakan subnet 255.255.255.224 mungkin bisa 8 subnet tetapi tiap subnetnya hanya memiliki jumlah host maksimal 32 host, padahal kita butuh 50 host dalam satu subnet.

Untuk itu digunakan VLSM untuk membagi subnet menjadi 4 subnet dengan menggunakan 255.255.255.192 dan subnet yang terakhir dibagi lagi dengan menggunakan subnet 255.255.255.224. Sehingga akan diperoleh 5 subnet dengan subnet pertama sampai ketiga maksimal 64 host dan subnet empat sampai lima maksimal 32 host. Teknik VLSM ini akan dapat mengurangi beban atau pemborosan IP pada suatu perusahan atau gedung yang akan membangun suatu jaringan

2 comments
  1. dena said:

    bukannya subneting 255.255.255.192 tu hanya terdapat 2 subnet dgn msng” 62 host?
    4 subnet dr mn y?
    64 host?
    mohon pencerahan😀

  2. giat said:

    Terimakasih buat pertanyaan.
    Seperti kasus diatas kita mengambil suatu jaringan dari class C dengan IP address 192.168.32.0 yang memakai subnet 255.255.255.192 berarti kalo di prefixkan yakni /26, jumlah host masing-masing subnet 256 – 192=64host. prefix 26 diperoleh dari 2 pangkat 6 = 64, (32-6=26) . kemungkinan jumlah host yang bisa dibuat ada sekita 255, maka dari jumlah host 255 kita bagi sesuai dengan ke lima subnet yang telah ditentukan yakni subnet 1 =64, subnet 2 =64, subnet 3 =64, subnet 4 =30, subnet 5 =30. untuk lebih jelas kamu dapat mempejari tentang subnetting. semoga dapat membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: