Configuration for get final solution

Routing OSPF with Single and Multiple area

Posted in OSPF by giat on November 23, 2008

Menggunakan routing OSPF sebagai pengendali informasi – informasi routing suatu network sangat menguntungkan untuk diterapkan. pemakaian ospf dapat dimanage sehingga membentuk beberapa area kerja routing, hal ini akan sangat membantu dalam hal penanganan informasi yang diterima oleh masing – masing router dalam area kerja tersebut. Penyebaran packet – packet informasi routing akan teratur karena tiap – tiap area ospf memiliki sistem managemen tersendiri agar informasi yang ada tidak keluar ataupun masuk ke area lain begitu saja. Area ospf dapat dikategorikan menjadi dua bagian yakni single area network dan multiple area.

Sebelum penjelasan mengenai single dan multiple area saya memberikan sedikit penjelasan tentangan area backbone pada ospf. Area backbone sering disebut sebagai area 0 merupakan inti area routing pada ospf. Untuk area ini harus dimiliki oleh suatu network yang mana menerapkan sistem area routing ospf. Area 0 ini akan menjadi pusat koneksi antara router – router yang akan memperkenalkan informasi tabel routing kepada router – router tetangga (neighbor). Dengan area 0 tesebut akan
mengkomunikasikan area – area yang ada pada network ospf yang disebut nonzero area yakni area – area yang terdapat disekitar area 0 dan terkoneksi dengan area 0.

Kembali pada pembahasan single dan multiple area network. Single area network merupakan routing ospf yang hanya memiliki satu area network saja dan biasanya digunakan untuk area yang kecil  hal ini diisebabkan karena jumlah router yang ada pada area network tersebut terbatas atau sedikit. Ketika menggunakan single area ini maka seluruh informasi routing akan disebar / flooded ke tiap – tiap router pada area tersebut. Single area ini dapat diidentifikasi denga angka antara 0 sampai 4,294,967,295
hal ini dimaksutkan untuk memudahkan pengenalan terhadap suatu area.

single-area1

Gambar 2.1 Single Area OSPF Network

Biasanya untuk pemakaian area routing ospf normalnya menggunakan multiple area. Ketika memakai single area tidak memakai sistem summarization. Akan tetapi dengan multiple area akan mengijinkan
sistem hirarki dan scalable suatu network design. Menerapkan multiple area network ini area 0 harus diterapkan pada area tersebut serta harus terkoneksi. Area 0 akan berperan sebagai jembatan penyeberangan informasi – informasi routing ke area – area lainnya (nonzero area).

multiple-area

Gambar 2.2 Multiple Area OSPF Network

Masing – masing router pada gambar 2.2 saling terhubung ke area 0 dan terkoneksi dengan baik, sehingga area – area lainnya dapat bertukar informasi. Router – router tersebut tidak dikonfigurasikan menjadi paling utama, akan tetapi interface – interface router akan yang diutamakan dalam konfigurasi area – area network. Hal ini akan membuat area – area disekitar area 0 akan terkoneksi melalui salah satu interface pada router yang ada pada area 0. Seperti pada gambar diatas salah satu router memeliki
interface yang ternokesi ke area 51 dan interface lain terhubung ke area 0 maka akan terjadi koneksi antara 51 dengan area 0 melalui interface – interface tersebut.

nonzero

Gambar 2.3 All nonzero area must be connected to area 0


Gambar diatas menerangkan bahwa area 1 terhubung ke area 0 melalui router C, router C yang memliki interface pada area 0 dan juga sebuah interface pada area 1. Area 51 juga terhubung ke area 0 melalui router B dengan sebuah interface pada area 0 dan sebuah interface pada area 51. Dengan interface – interface tersebut akan menghubungkan masing – masing area.

invalid

Gambar 2.4 Invalid OSPF Network


Area network pada gambar 2.4 merupakan area yang salah / invalid area. Dikarenakan area 0 tidak menjadi backbone pada network akan tetapi area 1 yang menjadi backbone area. Design seperti ini tidak dapat diterapkan pada pembentukan suatu area network sebab area 0 harus menjadi area backbone pada suatu area network, selain area 0 tidak diijinkan area – area lainnya menjadi area backbone. Seperti gambar 2.4 area 1 menjadi backbone serta area 0 sebagai nonzero area. Koneksi area 51 dengan area 0 tidak ada yang membuat komunikasi dengan area 0 ini tidak dapat dilakukan .

Pengklasifikasian area – area pada routing ospf ini sangat membantu pada troubleshout suatu area network serta akan mempermudah dalam penganganan konfigurasi – konfigurasi jaringan yang mana menerapkan sistem routing ospf.

Tagged with:

Konfigurasi OSPF (Open Shortest Path First)

Posted in OSPF by giat on June 22, 2008

Konfigurasi Router 0

interface Serial2/0
bandwidth 64
ip address 10.10.15.3 255.255.255.0

clock rate 56000
!
interface FastEthernet5/0
no ip address
shutdown
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.15.0 0.0.0.255 area 0

Konfigurasi Router 2

interface Serial2/0
ip address 10.10.12.4 255.255.255.0
!
interface Serial3/0
ip address 10.10.14.4 255.255.255.0
clock rate 56000
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.12.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.14.0 0.0.0.255 area 0
!

Konfigurasi Router 3

interface Serial2/0
ip address 10.10.13.3 255.255.255.0
!
interface Serial3/0
ip address 10.10.16.5 255.255.255.0
clock rate 56000
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.13.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.16.0 0.0.0.255 area 0
!

Konfigurasi Router 4

interface Serial2/0
ip address 10.10.16.4 255.255.255.0
!
interface Serial3/0
ip address 10.10.14.3 255.255.255.0
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.14.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.16.0 0.0.0.255 area 0
!

Konfigurasi Router 1

interface Serial2/0
bandwidth 64
ip address 10.10.15.5 255.255.255.0
!
interface Serial3/0
bandwidth 64
ip address 10.10.12.6 255.255.255.0
clock rate 56000
!
interface Serial6/0
bandwidth 64
ip address 10.10.13.5 255.255.255.0
clock rate 56000
!
router ospf 10
log-adjacency-changes
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.12.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.13.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.15.0 0.0.0.255 area 0
!

setelah router terkonfigurasi, langkah berikutnya melihat isi tabel dari masing-masing router dengan show ip route, lakukan. Jika hasil dari tabel routing yang terdapat pada tiap router telah terditeksi maka coba ping salah satu router dengan router yang lainnya.

mis untuk router 3 …

Router3#sh ip route

Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP
D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP
i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area
* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR
P – periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 5 subnets
O       10.10.12.0 [110/2343] via 10.10.13.5, 00:26:42, Serial2/0
[110/2343] via 10.10.16.4, 00:26:12, Serial3/0
C       10.10.13.0 is directly connected, Serial2/0
O       10.10.14.0 [110/1562] via 10.10.16.4, 00:26:12, Serial3/0
O       10.10.15.0 [110/2343] via 10.10.13.5, 00:26:42, Serial2/0
C       10.10.16.0 is directly connected, Serial3/0

dari tabel routing tersebut terlihat koneksi untuk OSPF dengan network 10.10.12.0, 10.10.14.0, dan 10.10.15.0 berarti hasil konfigurasi berhasil  .. selamat mencoba

Tagged with: