Konfigurasi OSPF (Open Shortest Path First)
Konfigurasi Router 0 …
interface Serial2/0
bandwidth 64
ip address 10.10.15.3 255.255.255.0
clock rate 56000
!
interface FastEthernet5/0
no ip address
shutdown
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.15.0 0.0.0.255 area 0
Konfigurasi Router 2 …
interface Serial2/0
ip address 10.10.12.4 255.255.255.0
!
interface Serial3/0
ip address 10.10.14.4 255.255.255.0
clock rate 56000
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.12.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.14.0 0.0.0.255 area 0
!
Konfigurasi Router 3 …
interface Serial2/0
ip address 10.10.13.3 255.255.255.0
!
interface Serial3/0
ip address 10.10.16.5 255.255.255.0
clock rate 56000
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.13.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.16.0 0.0.0.255 area 0
!
Konfigurasi Router 4 …
interface Serial2/0
ip address 10.10.16.4 255.255.255.0
!
interface Serial3/0
ip address 10.10.14.3 255.255.255.0
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.14.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.16.0 0.0.0.255 area 0
!
Konfigurasi Router 1 …
interface Serial2/0
bandwidth 64
ip address 10.10.15.5 255.255.255.0
!
interface Serial3/0
bandwidth 64
ip address 10.10.12.6 255.255.255.0
clock rate 56000
!
interface Serial6/0
bandwidth 64
ip address 10.10.13.5 255.255.255.0
clock rate 56000
!
router ospf 10
log-adjacency-changes
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.12.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.13.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.15.0 0.0.0.255 area 0
!
setelah router terkonfigurasi, langkah berikutnya melihat isi tabel dari masing-masing router dengan show ip route, lakukan. Jika hasil dari tabel routing yang terdapat pada tiap router telah terditeksi maka coba ping salah satu router dengan router yang lainnya.
mis untuk router 3 …
Router3#sh ip route
Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP
D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP
i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area
* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR
P – periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
10.0.0.0/24 is subnetted, 5 subnets
O 10.10.12.0 [110/2343] via 10.10.13.5, 00:26:42, Serial2/0
[110/2343] via 10.10.16.4, 00:26:12, Serial3/0
C 10.10.13.0 is directly connected, Serial2/0
O 10.10.14.0 [110/1562] via 10.10.16.4, 00:26:12, Serial3/0
O 10.10.15.0 [110/2343] via 10.10.13.5, 00:26:42, Serial2/0
C 10.10.16.0 is directly connected, Serial3/0
dari tabel routing tersebut terlihat koneksi untuk OSPF dengan network 10.10.12.0, 10.10.14.0, dan 10.10.15.0 berarti hasil konfigurasi berhasil .. selamat mencoba
Packet Switching
Packet switching pengembangan dari Circuit Switching merupakan jaringan telekomunikasi yang awalnya digunakan untuk komunikasi suara seperti telephone. Dengan perkembangan komunikasi data circuit switching mulai melakukan transmisi bukan hanya suara tetapi juga data. Pada koneksi suara circuit switching bekerja baik karena sebagian waktu dipakai untuk satu pihak, seperti halnya telephone antara dua orang yang bergantian berbicara. Akan tetapi pada koneksi maupun komunikasi data waktu yang dipakai terbuang, misal koneksi dari satu host ke server akan banyak waktu nya idle. Sehingga circuit switching kurang efisien diterapkan pada komunikasi data.
Packet Switching merupakan suatu teknik komunikasi data yang terjadi pada Protocol WAN dimana data ditranmisikan kedalam paket-paket data dan apabila terdapat suatu data atau message panjang dan melebihi kapastitas transmisi akan dipotong menjadi barisan-barisan paket yang kecil. Setiap paket untuk dikirim terdiri dari data user dan info control. Info control sendiri merupakan suatu info pada paket data dan berisi alamat tujuan dimana paket tersebut dapat ditransfer melalui jaringan untuk mencapai tujuan.
Pada packet switching packet data akan dikonfersi kebentuk data rate yang mana dua buah station berbeda data rate nya dapat saling berhubungan dan tukar informasi. Apabila traffic suatu jaringan mulai padat akan dilakukan pemblokan pada packet/call yang akan diterima, hal ini dilakukan melihat kondisi beban traffic jaringan lagi padat dan jika traffic mulai menurun maka call akan diijinkan masuk. Untuk packet switched network packet diijinkan masuk tetapi delay delivery akan bertambah sesuai banyaknya packet yang masuk. Untuk delay waktu akan diprioritaskan pada packet yang pertama kali diterima dan selanjutnya. Berbeda untuk circuit switching koneksi packet data harus dengan data rate yang konstan artinya setiap perangkat yang terhubung dengan perangkat lain mengirimkan rate data yang sama. Dan hal ini yang membatasi koneksi suatu host dengan workstation.
Untuk lebih jelas tunggu info selanjutnya ……. to be continue





2 comments