Configuration for get final solution

Konfigurasi Frame-Relay Multipoint & Point-to-Point

Posted in Cisco by giat on June 26, 2008

Untuk mengkofigurasi Frame Relay seperti pada gambar tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai    berikut ,

Pada Router1 tentukan interface yang akan dijadikan sebagai subinterface untuk access multipoint dan Point-to-Point. Interface serial 2/0 akan dijadikan sebagai subinterface nya. Lebih jelas lihat cara konfigurasi Frame-Relay Multipoint & Point-to-Point …

Konfigurasi Router1

interface Serial2/0
no ip address
encapsulation frame-relay
no keepalive
clock rate 56000
!
interface Serial2/0.1 point-to-point
ip address 172.16.10.2 255.255.255.0
frame-relay interface-dlci 100
!
interface Serial2/0.2 multipoint
ip address 172.16.20.2 255.255.255.0
frame-relay interface-dlci 200
frame-relay interface-dlci 300
!
router rip
network 172.16.0.0

Konfigurasi Router2

interface Serial2/0
ip address 172.16.10.1 255.255.255.0
encapsulation frame-relay
frame-relay interface-dlci 100
no keepalive
clock rate 56000
!
router rip
network 172.16.0.0
!

Konfigurasi Router3

interface Serial2/0
ip address 172.16.20.1 255.255.255.0
encapsulation frame-relay
frame-relay interface-dlci 200
no keepalive
clock rate 56000
!
router rip
network 172.16.0.0
!

Konfigurasi Router 4

interface Serial2/0
ip address 172.16.20.3 255.255.255.0
encapsulation frame-relay
frame-relay interface-dlci 300
no keepalive
clock rate 56000
!
router rip
network 172.16.0.0
!

Setelah konfigurasi masing-masing router selesai dilakukan, langkah selanjutnya mengkonfigurasi Cloud sebagai Frame-Relay Connection. Untuk dapat melakukan hal itu dilakukan konfigurasi manual, pada Cloud terdapat settingan untuk Frame-Relay. Akan tetapi jangan lupa membuat routing tabel pada masing-masing router agar transmisi packet data bisa dilakukan. Pembuatan routing tabel dapat dilakukan secara statik routing maupun dinamic routing tergantung kondisi dan tingkat kesulitan. Untuk konfigurasi ini aku sengaja pake Routing RIP karena lebih mudah.

Kalo semua telah terkonfigurasi secara baik, lakukan percobaan terhadap tiap-tiap router bilamana Frame-Relay bekerja dan dapat berkomunikasi dengan router lain melalui Cloud dengan cara “show frame-relay map” …

contoh untuk router1

R1#sh frame-relay map

Serial2/0.1 (up): point-to-point dlci, dlci 100, broadcast, status defined, active
Serial2/0.2 (up): ip 172.16.20.1 dlci 200, dynamic, broadcast, CISCO, status defined, active
Serial2/0.2 (up): ip 172.16.20.3 dlci 300, dynamic, broadcast, CISCO, status defined, active

Jelas terlihat access point-to-point dengan DLCI 100 frame-relay sedang active, begitu dengan access multipoint dengan DLCI 200 dan DLCI 300 active. show frame-relay lmi dilakukan untuk melihat status koneksi pada frame-relay

R1#sh frame-relay lmi

LMI Statistics for interface Serial2/0 (Frame Relay DTE) LMI TYPE = CISCO
Invalid Unnumbered info 0      Invalid Prot Disc 0
Invalid dummy Call Ref 0       Invalid Msg Type 0
Invalid Status Message 0       Invalid Lock Shift 0
Invalid Information ID 0       Invalid Report IE Len 0
Invalid Report Request 0       Invalid Keep IE Len 0
Num Status Enq. Sent 159       Num Status msgs Rcvd 144
Num Update Status Rcvd 0       Num Status Timeouts 16

LMI Statistics for interface Serial2/0.1 (Frame Relay DTE) LMI TYPE = CISCO
Invalid Unnumbered info 0      Invalid Prot Disc 0
Invalid dummy Call Ref 0       Invalid Msg Type 0
Invalid Status Message 0       Invalid Lock Shift 0
Invalid Information ID 0       Invalid Report IE Len 0
Invalid Report Request 0       Invalid Keep IE Len 0
Num Status Enq. Sent 159       Num Status msgs Rcvd 144
Num Update Status Rcvd 0       Num Status Timeouts 16

LMI Statistics for interface Serial2/0.2 (Frame Relay DTE) LMI TYPE = CISCO
Invalid Unnumbered info 0      Invalid Prot Disc 0
Invalid dummy Call Ref 0       Invalid Msg Type 0
Invalid Status Message 0       Invalid Lock Shift 0
Invalid Information ID 0       Invalid Report IE Len 0
Invalid Report Request 0       Invalid Keep IE Len 0
Num Status Enq. Sent 159       Num Status msgs Rcvd 144
Num Update Status Rcvd 0       Num Status Timeouts 16

Pada status tersebut lebih jelas terlihat koneksi Point-to-Point dan Multipoint Frame-Relay

Tagged with:

Konfigurasi OSPF (Open Shortest Path First)

Posted in OSPF by giat on June 22, 2008

Konfigurasi Router 0

interface Serial2/0
bandwidth 64
ip address 10.10.15.3 255.255.255.0

clock rate 56000
!
interface FastEthernet5/0
no ip address
shutdown
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.15.0 0.0.0.255 area 0

Konfigurasi Router 2

interface Serial2/0
ip address 10.10.12.4 255.255.255.0
!
interface Serial3/0
ip address 10.10.14.4 255.255.255.0
clock rate 56000
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.12.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.14.0 0.0.0.255 area 0
!

Konfigurasi Router 3

interface Serial2/0
ip address 10.10.13.3 255.255.255.0
!
interface Serial3/0
ip address 10.10.16.5 255.255.255.0
clock rate 56000
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.13.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.16.0 0.0.0.255 area 0
!

Konfigurasi Router 4

interface Serial2/0
ip address 10.10.16.4 255.255.255.0
!
interface Serial3/0
ip address 10.10.14.3 255.255.255.0
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.14.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.16.0 0.0.0.255 area 0
!

Konfigurasi Router 1

interface Serial2/0
bandwidth 64
ip address 10.10.15.5 255.255.255.0
!
interface Serial3/0
bandwidth 64
ip address 10.10.12.6 255.255.255.0
clock rate 56000
!
interface Serial6/0
bandwidth 64
ip address 10.10.13.5 255.255.255.0
clock rate 56000
!
router ospf 10
log-adjacency-changes
!
router ospf 20
log-adjacency-changes
network 10.10.12.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.13.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.15.0 0.0.0.255 area 0
!

setelah router terkonfigurasi, langkah berikutnya melihat isi tabel dari masing-masing router dengan show ip route, lakukan. Jika hasil dari tabel routing yang terdapat pada tiap router telah terditeksi maka coba ping salah satu router dengan router yang lainnya.

mis untuk router 3 …

Router3#sh ip route

Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP
D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP
i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area
* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR
P – periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 5 subnets
O       10.10.12.0 [110/2343] via 10.10.13.5, 00:26:42, Serial2/0
[110/2343] via 10.10.16.4, 00:26:12, Serial3/0
C       10.10.13.0 is directly connected, Serial2/0
O       10.10.14.0 [110/1562] via 10.10.16.4, 00:26:12, Serial3/0
O       10.10.15.0 [110/2343] via 10.10.13.5, 00:26:42, Serial2/0
C       10.10.16.0 is directly connected, Serial3/0

dari tabel routing tersebut terlihat koneksi untuk OSPF dengan network 10.10.12.0, 10.10.14.0, dan 10.10.15.0 berarti hasil konfigurasi berhasil  .. selamat mencoba

Tagged with:

Packet Switching

Posted in WAN Protocol by giat on June 22, 2008

Packet switching pengembangan dari Circuit Switching merupakan jaringan telekomunikasi yang awalnya digunakan untuk komunikasi suara seperti telephone. Dengan perkembangan komunikasi data circuit switching mulai melakukan transmisi bukan hanya suara tetapi juga data. Pada koneksi suara circuit switching bekerja baik karena sebagian waktu dipakai untuk satu pihak, seperti halnya telephone antara dua orang yang bergantian berbicara. Akan tetapi pada koneksi maupun komunikasi data waktu yang dipakai terbuang, misal koneksi dari satu host ke server akan banyak waktu nya idle. Sehingga circuit switching kurang efisien diterapkan pada komunikasi data.

Packet Switching merupakan suatu teknik komunikasi data yang terjadi pada Protocol WAN dimana data ditranmisikan kedalam paket-paket data dan apabila terdapat suatu data atau message panjang dan melebihi kapastitas transmisi akan dipotong menjadi barisan-barisan paket yang kecil. Setiap paket untuk dikirim terdiri dari data user dan info control. Info control sendiri merupakan suatu info pada paket data dan berisi alamat tujuan dimana paket tersebut dapat ditransfer melalui jaringan untuk mencapai tujuan.

Pada packet switching packet data akan dikonfersi kebentuk data rate yang mana dua buah station berbeda data rate nya dapat saling berhubungan dan tukar informasi. Apabila traffic suatu jaringan mulai padat akan dilakukan pemblokan pada packet/call yang akan diterima, hal ini dilakukan melihat kondisi beban traffic jaringan lagi padat dan jika traffic mulai menurun maka call akan diijinkan masuk. Untuk packet switched network packet diijinkan masuk tetapi delay delivery akan bertambah sesuai banyaknya packet yang masuk. Untuk delay waktu akan diprioritaskan pada packet yang pertama kali diterima dan selanjutnya. Berbeda untuk circuit switching koneksi packet data harus dengan data rate yang konstan artinya setiap perangkat yang terhubung dengan perangkat lain mengirimkan rate data yang sama. Dan hal ini yang membatasi koneksi suatu host dengan workstation.

Untuk lebih jelas tunggu info selanjutnya ……. to be continue

Tagged with:

WAN Connection Protocol

Posted in WAN Protocol by giat on June 9, 2008

WAN ( Wide Area Network ) merupakan sistem jaringan menghubungkan jaringan antar Local Area Network  (LAN ) dengan jaringan diluar atau WAN yang tidak dibatasi daerah geografis.Pada Sistem WAN kita dapat mengakses file/data milik orang lain pada tempat lain yang cukup jauh. Untuk memenuhi hal tersebut dibutuhkan suatu alat untuk dapat menyalurkan paket ke jaringan public, dapat berupa switch, router maupun peralatan lain yang dapat dipergunakan untuk komunikasi data.

Jenis – jenis koneksi Protocol WAN

Untuk jenis koneksi pada protocol WAN, dapat dibagi menjadi beberapa jenis koneksi, yaitu…

  • Leased Line, yang juga disebut sebagai koneksi point to point atau dedicated.Pada koneksi ini tidak membutuhkan proses call setup untuk memulai pengiriman paket/data. Mekanisme pengiriman paket dilakukan secara Synchronous serial.
  • Circuit Switching, koneksi ini terlebih dulu membuat call setup agar memulai pengiriman paket, sebagaii contoh PSTN dan ISDN merupakan protocol WAN yang menerapkan kineksi Circuit Switching pada jaringan public atau lebih dikenal sebagai Internet. Untuk mekanisme koneksi dilakukan secara asynchronous serial.
  • Packet Switching, untuk koneksi Packet Switching kita dapat membagi bandwidth pada setiap pemakai sehingga koneksi akan lebih stabil dan dapat memanage bandwidth sesuai dengan jumlah pemakai.Packet Switching merupakan pengembangan dari Leased Line koneksi dan mekanisme koneksi nya secara Synchronous Serial.

Beberapa Protocol WAN

Saat ini terdapat beberapa protocol WAN untuk menyediakan mekanisme komunikasi pengiraman data melalui jaringan WAN atau jaringan Public.

  • Protocol HDLC ( High Level Data Link Control), merupakan suatu protocol WAN yang bekerja pada data link layer dimana HDLC protocol untuk menetapkan metode enkapsulasi packet data pada synchronous Serial.HDLC keluaran ISO memiliki kelemahan yakni masih bersifat Singelprotocol yang berarti hanya untuk komunokasi pada satu protocol, sedangkan untuk HDLC keluaran CISCO multiprotocol dimana dapat melakukan komunikasi data dengan banyak protocol ( misal IP, IPX dsb) dan protocol yang terdapat pada layer tiga secara simultan.
  • Point to Point ( PPP ) protocol pada data link yang dapat digunakan untuk komunikasi Asynchronous Serial maupun Synchronous Serial. PPP dapat melakukan authentikasi dan bersifat multiprotocol. Protocol ini merupakan pengembangan dari protocol SLIP ( Serial Line Inteface Protocol ) yaitu suatu protocol standart yang menggunakan protocol TCP/IP.
  • X.25 Protocol merupakan protocol standard yang mendefinisikan hubungan antara sebuah terminal dengan jaringan Packet Switching. Untuk protocol ini dibuat untuk komunikasi data secara analog yang berarti proses pengiriman data harus mengikuti algoritma – algoritma yang ada pada Protocol X.25. Protocol ini melakukan suatu koneksi dengan membuat suatu Circuit Virtual dimana suatu jalur khusus pada jaringan public yang dipakai untuk komunikasi data antar protocol X.25
  • Frame Relay protocol untuk pengiriiman data pada jaringan public. Sama hal nya dengan protocol x.25, Frame Relay juga memakai Circuit Virtual sebagai jalur komunikasi data khusus akan tetapi frame Relay masih lebih baik dari X.25 dengan berbagai kelengkapan yang ada pada Protocol Frame Relay. Encapsulasi packet pada Frame Relay menggunakan identitas koneksi yang disebut sebagai DLCI ( Data Link Connection Identifier ) yang mana pembuatan jalur Virtual Circuit akan ditandai dengan DLCI untuk koneksi antara komputer pelanggan dengan Switch atau router sebagai node Frame relay.
  • ISDN ( Integrated Services Digital Network ) suatu layanan digital yang berjalan melalui jaringan telepon.ISDN juga protocol komunikasi data yang dapat membawa packet data baik dalam bentuk text, gambar, suara, video secara simultan.Protocol ISDN beroperasi pada bagian physical, data link, dan network.

Perkembangan teknologi untuk protocol WAN sekarang  ini begitu pesat. Standard untuk protocol jaringan seperti OSI dan CISCO mengeluarkan berbagai produk dengan keunggulan masing -masing. Sangat disayangkan kalau kita ketinggalan informasi ini.

Tagged with:

Install OpenSolaris 2008.05 Giat HP 500

Posted in Solaris by giat on June 6, 2008

Pastikan partisi yang kamu buat Linux Swap, kamu bisa pake partisi Gparted biar lebih bagus. Kmu resize hardisk dan create ke Linux swap partisi. Setelah partisi selesai CD OpenSolaris 2008.05 bsa kamu masukin ke cd/dvd room. Boot pertama kali akan kamu jumpai Grub nya si OpenSolaris 2008.05, kamu bs pake pilihan pertama “opensolaris 2008.05″ agar kita bisa ke opensolaris nya,.

Pertama sekali OpenSolaris 2008.05 akan mulai melalui Grub nya Solaris

Sebelum ke graphic desktop nya, akan ditujukan lokasi dan bahasa yang dipakai untuk menjanlankan solaris Live CD


Setelah itu graphic Desktop akan muncul ….

Desktop OpenSolaris akan mucul .. lengkap dengan tutorial OpenSolaris 2008.05

Di desktop opensolaris akan diberikan pilihan untuk install opensolaris 2008.05 di hardisk, karena sebelum nya opensolaris 2008.05 masihh Live CD. Kmu bisa click icon install opensolaris…

instalasi akan mulai … tekan Next untuk kelanjutan nya

kemudian pilih partisi untuk opensolaris dan partisi Linux Swap tadi udah otomatis dibaca ke partisi opensolaris …..

Timezone untuk menentukan waktu / daerah yang akan di kata gunakan

kemudian untuk bahasa sebaiknya english agar lebih global …

kita akan dimintai user dan password untuk login ke opensolaris ,.. dan buat user dan password yang kamu inginkan ….

Dan langkah selanjutnya proses install .. kamu bsa klik install ….

OpenSolaris akan mulai menginstall …. perhatikan …

Setelah proses installasi selesai press reboot untuk keluar dari opensolaris Live CD dan mulai dengan Boot from hardisk

Setelah kamu kembali mulai booting komputer .. grub OpenSolaris akan muncul dan pilih opensolaris 2008.05 kemudian tekan enter … mulailah menggunakan OpenSolaris 2008.05

Selesai sudah install OpenSolaris 2008.05 … untuk selanjut nya kamu bisa pakai aplikasi yang disediakan oleh SUN Microsystem ….

Tagged with:

Solaris 10 sistem operasi handal

Posted in Solaris by giat on June 5, 2008

Sun Microsystem telah meluncurkan system operasi terbaru mereka Solaris 10. Disamping menjanjikan performa yang lebih cepat (40% lebih cepat dibanding Solaris 9 untuk kinerja WebServer baik pada mesin SPARC maupun x86), Solaris 10 juga dilengkapi dengan banyak fitur-fitur penting. Sebut saja Dtrace-fitur (suatu fitur yang menjanjikan kemampuan deteksi masalah yang mungkin timbul dalam pengembangan system), Process Right Management (fitur yang banyak digunakan oleh badan-badan pemerintahan Amerika untuk keamanan system komunikasi; fitur ini menjamin bahwa kelemahan dalam aplikasi tidak akan merusak system lainnya).

Fitur Predictive Self Healing memungkin Solaris 10 mendiagnosis, mengisolasi dan kemudian memperbaiki kerusakan pada piranti lunak dan aplikasi. Untuk interoperabilitas dengan system operasi linux, Solaris 10 menyediakan Linux Application Environment, yang memnungkinkan suatu applikasi dapat berjalan pada kedua system operasi tersebut. Untuk melindungi integritas data, fitur ZFS mampu melindungi integritas data sampai dengan 99,9999999999999 % dari kesalahan deteksi. Disamping itu ZFS mempunyai kapasitas 16 Miliar kali lebih dibanding system 64 bit yang ada saat ini. Beberapa fitur lain seperti Native Windows file and print services, serta kemampuan menjalankan distribusi Tomcat, PHP dan MySQL juga bisa menjadi pertimbangan untuk mengadopsi system operasi ini, disamping bahwa Solaris 10 itu sendiri free alias Gratis.

Begitu banyak solusi yang ditawarkan olen SUN melalui Solaris 10 ini, diantaranya

Innovation Pay

Solaris 10, merupakan hasil inovasi secara nyata dan terus menerus. Solaris 10 telah didesain untuk memberikan kemampuan yang handal serta fitur fitur yang inovatif untuk anda sehingga mampu mengurangi biaya dan kompleksitas sistem operasi.

Relentless Availabilitys

Kemampuan Solaris 10 seperti Predictive Self Healing (mengidentifikasi dan memperbaiki masalah sebelum anda mengetahunya) dan Solaris ZFS (zeltabyte flesystem) membantu system anda untuk selalu hidup. Jika anda menghendaki untuk direstart maka anda bisa merestart dan solaris 10 disa di booting 65% lebih cepat dari solari 9.

Extreme Performances

Solaris 10 telah memanfaatkan momentum peningkatan performance untuk lebih meningkatkan performance pada tingkat yang lebih tinggi dengan menulis ulang TCP/IP stack dan mengoptimizekan performance untuk multithread processor dan arsitektur x86. Solaris tidak melupakan. Kami menambahkan DTrace, suatu engine system diagnostic real time yang dibangun untuk production system anda.

Optimals utilization

Pada iklim bisnis seperti sekarang ini, semua orang tahu bahwa mereka harus mendapatkan lebih banyak dari apa yang ada pada data yang tersedia. Dengan Solaris 10, anda bisa mengoptimalkan penggunaan dengan menjalankan applikasi independent.pada hardware yang sama. Solaris Container memungkinkan anda menjalankan applikasi dengan environment-nya sendiri.

Unparallel Security

Solaris 10 mengembangkan Process Right Management dari Trusted Solaris. Solaris juga mengembangkan Cryptographic Framework nya untuk memberikam Administrator suatu kemampuan yang lebih dalam menentukan proteksi mana yang harus diterapkan untuk environment tertentu. Solaris 10 juga mengembangkan system operasi yang mampu memproteksi anda dari gangguan pihak lain serta memproteksi anda dari anda sendiri.

Platform Choices

Kadang “1 ukuran pas untuk semua” adalah pilihan yang terbaik. Sun telah dengan sangat hati-hati mengoptimisasi Solaris 10 untuk setiap platform yang mendukung, untuk memastikan anda memperoleh semua kemampuan hardware anda. Sun telah memperkuat dukungan terhdadap 32bit support pada Xeon Processor MP, dan menambahkan 64 bit opteron AMD dan mengoptimalkan performa untuk UltraSPARC IV terbaru. Jadi tak ada masalah dimana anda akan menimplemnetasikan Solaris 10, anda tetap mendapatkan performa terbaik.

Interoperables

Sun telah membangun Solaris 10 sangat kuat dalam interoperabilitas dengan linux (salah satu system operasi unix like yang sangat digemari saat ini). Anda tidak memerlukan emulator, rekompilasi dan tanpa penurunan performa. Pendek kata applikasi linux dapat berjalan di Solaris 10 secara native. Bahkan Sun menjamin bahwa jika anda ingi menjalankan di mesin UltraSPARC anda tidak akan menemui banyak masalah dalam rekompilasi, karena Solaris dikerjakan pada basis open standar sehingga membuat transisi menjadi sedemikian mudah dibanding sebelumnya.

Guaranteed Application Compatibilitys

Solaris 10 benar-benar merupakan operating system baru dengan alasan apapun, dan alasan terpenting adalah bahwa system operasi ini masih sama dengan apa yang pernah anda pergunakan selama bertahun-tahun artinya applikasi anda sekarang masih bisa berjalan di Solaris 10 tanpa kesalahan. Jika memang terjadi kesalahan maka Sun akan memperbaiki.

More  just operating systems

Bukan sekedar system operasi biasa, Solaris 10 melengkapi dirinya dengan Sun Studio Developer Tools yang dengan semua fiturnya memungkinkan anda untuk mengoptimize kan kerja pengembangan anda. Sun Cluster memberikan pada anda tambahan opsi high availability dan manageability untuk mengembangkan arsitektur data center anda. Ada banyak dan banyak sekali pilihan dari manajemen identitas, desktop, kolaborasi, portal dan lainnya. Semuanya telah tersedia untuk dapat segera dan secara cepat serta mudah dintegrasikan dengan pemimpin UNIX operating system yang ada sekarang : SOLARIS!

World Class resources & services support

Menilik inovasi solaris 10 pada sisi teknikal, Sun Solaris Service Plans mengantarkan secara inovatif bundle paket dan harga berbasis pada subskripsi untuk mendapatkan support Solaris 10. Sebagai tambahan Sun juga menawarkan tambahan resource termasuk Early Advantage Training Program milik Sun pada portal BigAdmin untuk membantu anda jika anda memerlukan bantuan sekecil apapun.

Salah satu Program yang paling populer untuk kalangan praktisi IT dan para pakar program yaitu  Top Coder yang telah banyak menghadirkan programmer – programmer dunia yang handal. Top coder juga pernah menghadirkan juara dari Indonesia untuk Desain top coder ( Studio Top coder ) dan ini merupakan hal yang sangat membanggakan bagi negeri kita.

Dengan ini mudah – mudahan pandangan anda dapat atas Sistem Operasi Solaris ini dapat jadi pertimbangan yang berarti untuk studi anda terhadap Sistem Operasi .

Tagged with:

Lab : Access List

Posted in Cisco by giat on June 4, 2008

Simple konfigurasi Access list sebagai penyaring packet data/IP …….

The following access list has been created to prevent traffic from host 204.204.7.122 from accessing the 201.100.11.0 network.

access-list 22 deny host 204.204.7.122
access-list 22 permit any

Which group of commands will properly place this access list so that this host is denied access only to the 201.100.11.0 network?

RouterA(config)# interface s0/0
RouterA(config-if)# ip access-group 22 in

RouterA(config)# interface s0/0
RouterA(config-if)# ip access-group 22 out

RouterA(config)# interface fa0/0
RouterA(config-if)# ip access-group 22 in

RouterB(config)# interface fa0/0
RouterB(config-if)# ip access-group 22 in

RouterB(config)# interface s0/0
RouterB(config-if)# ip access-group 22 in

RouterB(config)# interface fa0/0
RouterB(config-if)# ip access-group 22 out

Tagged with:

Router sebagai Packet Filtering

Posted in Cisco by giat on June 4, 2008

Packet Filtering merupakan cara untuk menyeleksi setiap packet yang masuk maupun keluar dari suuatu router. Dengan hal tersebut maka setiap paket akan di saring/filter apakah diiijinkan untuk masuk ato keluar dan sebalik ditolak.

Router Cisco meiliki kemampuan untuk mengelola akses lalu lintas packet yang melewati router. Setiap packet yang melewati router diperiksa untuk menentukan paket yang diijinkan dan ditolak.Proses penyaringan packet dilakukan dengan menggunakan access List. Access list memiliki dua jenis diantara nya  standart access list dan extended access list. Untuk standart access list digunakan sebagai penyaring alamat IP si pengirim, adapun extended access list dipakai menyaring alamat IP, Protocol, dan port yang dikirim misal IP, TCP, UDP, FTP, HTTP dan banyak lagi.

Pemasangan access list biasa nya dilakukan melalui interface router yng bersangkutan contoh nya interface serial, vty, Ethernet dan interface tersebut harus lah terkoneksi dengan jaringan yng dapat berkomunikasi dengan LAN ataupun WAN.

Cara Kerja Access List …

  1. Paket memasuki inbound interface suatu router
  2. Router memeriksa alamat tujuan suatu paket dan jika tidak ditemukan pada tabel routing maka paket tersebut akan dibuang atau ditahan dan akibat nya packet tersebut tidak dapat melanjut kan misi menuju outbound interface.
  3. Jika router tidak memasang access list, packet yang telah memilih outbound interface dapat melanjutkan perjalanan keluar dari router menuju device berikut. Sebaliknya jika router memasang access list maka paket akan diperiksa terlebih dahulu sebelum mininggalkan interface router apakah paket diijinkan atau ditolak.
Tagged with:

Aktifkan Wireless pada mesin Solaris

Posted in Solaris by giat on June 1, 2008

Untuk kompter yang udh keinstall OS nya Solaris tapi wireless nya belum kedetect, kamu blh liat tutorial ini ato bisa untuk lebih jelas nya buka aj opensolaris.org mudh2 an bisa bantu masalah  kmu ….

Terlebih dulu nya kamu download binary packet dari driver wireless nya. Truss extracc dan compile file driver wireless , liat dibawah ya …

# wget http://www.opensolaris.org/os/community/laptop/downloads/wificonf
ig-0.2-bin.tar.gz
# gzip -dc wificonfig-0.2-bin.tar.gz | tar xvf -
# cp wificonfig /usr/bin

selesai itu driver yang kamu extract terlebih dulu scan driver wireless

pada comp kamu supaya sesuai dengan driver komp nya.

# wificonfig -i ath0 scan

truss buat autoscan driver nya agar otomatis ngedetect driver komp kamu

# wificonfig -i ath0 autoconf

setelah semuanya jalan buat direktori baru untuk ngejalinin driver wireless komp kmu itu supaya gampang konnect kan wireless nya dengan WIFI , misal nama nya “mywifi” …..

# wificonfig -i ath0 createprofile essid=mywifi encryption=WEP wepkey1=12345
# wificonfig -i ath0 connect mywifi

kalo memang bisa konect wifi/internet, kerjaan kamu berhasil dong kalo g coba aj lagi sapa tawu ada yang salah pada konfigurasi pertama .. selamat mencoba yaaa

Tagged with:

opensolaris 2008.05

Posted in Solaris by giat on June 1, 2008

New OpenSolaris 2008 dah di rilis tu … proyek nya dari Indiana tau kan

katanya sie keren , tapi aku belum nyobain ntar lah … lagi ada kerjaan

Yang baru ini live CD kok , so kamu bs nyobain nya tanpa install d’komp.

Rencana nya besok aku mw cobain nya ..mudah2 an gak ada kendala. Dari sekian bnyak distro solaris yng aku pernah coba memang belum ad masalah yang serius. Solaris 10 , belenix, solaris DE , solaris exd bisa jalan dengan baik kok. Tp untuk solaris exd harus memori diatas satu giga lohh … so harus diperhatiin juga lah spek komp nya …biar gak bingun ntar kalo nginstall

ok dech ,, ntar kalo jalan OpenSolaris 2008 d’komp qu ..aku jelasin lah cara install nya …

Tagged with: