The time for dress rehearsals is over. This time we are going live. On June 6, thanks to the sterling efforts of the world’s leading content providers, Internet access providers and home equipment manufacturers, there will be real IPv6 (Internet Protocol version 6) traffic on the global Internet. And unlike the test flight a year ago, it will be for more than just a day. Next week, the Internet world as we know it will change forever.

For non-geeks, a quick primer: IPv6 today runs alongside and eventually will replace IPv4, the protocol that has been used  to direct Internet traffic since the earliest days of the Internet. IPv4 is not being turned off but the spectacular growth of the Internet means more addresses are now needed than is possible with IPv4. The global reserve of the 4.3 billion addresses enabled by IPv4 was depleted in February 2011. Read More

By Charlie Schluting | Jun 23, 2006

Border Gateway Protocol merupakan protokol routing internet. BGP sendiri tidak terlalu kompleks, tetapi konsep routing dibalik autonomous system dapat menjadi aneh bagi orang baru (newbie). Pada artikel ini kami berharap memberikan gambaran singkat bagaimana BGP berkerja, sepanjang permasalahan dapat diselesaikan.

Melalui Gambaran dari Routing Internet minggu kemarin, kamu harus menyadari bahwa dalam internet berisikan dua bagian: internal internet yang dimanage oleh IGP seperti OSPF, dan hubungan antar Autonomous system yang melalui BGP.

Setiap orang yang menggunakan internet memiliki paling sedikit satu nomor unik AS (autonomous system), dan mereka menggunakan BGP untuk menyebarkan jaringan mereka kepada jaringan peer/tetangga. Routing BGP adalah protokol path-vector oleh karena itu BGP mengadvertise hanya jalur yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. BGP tidak menjelaskan bagaimana sebuah paket akan dirutekan dalam suatu AS, tidak seperti yang dilakukan OSPF. BGP dapat disebut protokol distance-vector karena memiliki kesamaan walaupun sedikit.

BGP sendiri adalah protokol layer 4 yang berada diatas TCP. BGP jauh lebih sederhana daripada OSPF, oleh sebab itu tidak perlu mengkuatirkan sesuatu karena TCP akan mengatasi hal tersebut. Hal ini terjadi karena BGP sangat connection-oriented sekali, yang memerlukan dua konfigurasi manual antar  peer untuk mengkonfigurasi router setelah itu dapat saling bertukar informasi rute. BGP peer (tetangga) umumnya dikoneksikan langsung, tetapi pada kasus lain seperti membangun sesi BGP antara peer multi-hop mungkin lebih baik tidak secara manual. Sejak BGP menggunakan TCP (port 179), BGP tidak mengandalkan broadcast dan multicast.

Read More

Pada tutorial konfigurasi Uji Koneksi Multi Area OSPF Dengan Cisco Packet Tracer ini, konfigurasi default untuk area 0 (area zero) bertindak sebagai penghubung antar area-area lain (seperti area 1 dan area 2). Hal ini terlihat area 0 berada diantara koneksi area 1 dan area2. Dan sebenarnya konsep multiple area OSPF mengharuskan setiap area harus terkomunikasi langsung dengan backbone area atau area 0. Untuk itu area-area tersebut  berada diantara area zero.

Kali kita akan melakukan konfigurasi multiple area OSPF dengan virtual-link. Virtual-link ini akan menghubung antar router-router ABR yang mengkomunikasikan area yang tidak terhubung secara langsung dengan area 0. Seperti gambar dibawah ini.

Terlihat pada gambar topologi jaringan OSPF diatas, terdapat beberapa area diantaranya area 0, area 1 dan area 2. Implementasi area OSPF mengharuskan tiap-tiap area terhubung ke area 0, tetapi pada topologi diatas area 2 tidak terhubung langsung ke area 0. Untuk kasus ini digunakan virtual-link untuk menghubungkan area 2 kepada area 0 agar implementasi area OSPF dapat terbentuk. untuk lebih mengerti, ada baiknya kita konfigurasi router-router untuk membangun komunikasi antar interface.

Read More

Open Shortest Path First (OPSF) merupakan protokol routing dinamis yang berkerja berdasarkan algoritma link-state. Kemampuan OSPF dalam melakukan konvergensi topologi jaringan lebih baik dibanding protokol routing distance-vector (seperti RIP, IGRP). Hal ini dilakukan untuk membuat skalabilitas dalam suatu jaringan. Protocol OSPF memiliki konsep area dimana membagi-bagi area jaringan menjadi beberapa area/lokasi sehingga dapat mempermudah pengaturan suatu jaringan. Konsep ini menjadi salah satu keunggulan protokol routing OSPF dibandingkan protokol routing IGP lainnya.

Konsep AREA protokol OSPF yang akan dibahas pada tutorial konfigurasi ini dengan menggunakan Packet Tracer. Dipergunakan 5 router sebagai pembangun adjacency antar neighbor OSPF dan sebuah web_server dan sebuah host yang digunakan untuk uji koneksi jaringan. Uji koneksi Jaringan Multi Area OSPF dilakukan dengan aplikasi http pada web_server yang diakses melalui host.

Read More

Bangun Ruangan untuk 2 Miliar Pengguna Online Selanjutnya

Tertarik berpindah ke internet seperti saat ini? Mungkin sudah terlambat. Internet benar-benar sudah kehabisan tempat. Menurut NRO (Number Resource Organization), alamat IPv4 dunia secara resmi akan habis pada februari 2011.

Banyak orang yang beruntung bisa mengakses internet ibaratnya seperti sebuah media besar  penuh dengan yang ide-ide tak terbatas. Akan tetapi untuk mengkomunikasikan ide tersebut  komputer kita memerlukan alamat yang unik untuk bisa diidentifikasi, alamat unik ini disebut sebagai alamat Internet Protocol (IP).

Saat ini lebih banyak kita menggunakan IPv4. Artinya pemakaian seri empat nomor IP ini akan diberikan sebuah alamat unik yang bersifat online untuk masing-masing komputer user.

Seperti halnya suatu daerah baru yang sedang dikembangkan. Rumah akan menempati beberapa titik daerah tersebut hingga seluruh rumah dapat menempati masing-masing titik dalam daerah tersebut. Solusinya adalah? Internet Protocol version 6 atau lebih dikenal IPv6.

Read More

Seperti telah dilaporkan oleh otoritas tertinggi yang bertanggung jawab dalam pengalokasian alamat IP IANA (Internet Assigned Number Authority), alokasi alamat IPv4 telah habis dialokasikan kepada masing-masing regional RIRs (seperti ARIN, RIPE NCC, APNIC dll). Pertumbuhan internet dunia dunia akan mengalami kemunduran apabila tetap mempertahankan alamat IPv4 yang tersisa yakni pool /8. Alamat IPv6 sebagai alamat IP generasi akan datang yang diimplementasikan untuk mengganti infrastruktur internet saat ini pada IPv4. Akan tetapi, dalam waktu dekat kemungkinan mengganti dalam hal ini migrasi dari alamat IPv4 ke alamat IPv6 tidak mungkin terlaksana dengan mudah.

Organisasi-organisasi besar dunia yang masih bertahan dengan IPv4 dikarenakan beberapa aspek dan alasan sehingga belum sepenuhnya migrasi kepada alamat internet protokol yang baru ini. Perusahaan-perusahaan lainnya mulai menggunakan alamat IPv6 sebagai pengganti alamat IPv4 agar dapat menumbuhkan jaringan perusahaan tersebut pada internet. Seperti event “World IPv6 Day” oleh ISOC (Internet Society) yang baru dilakukan, diikuti banyak organisasi dan perusahan besar diseleuruh dunia dalam melakukan test-flight IPv6 kepada internet nyata selama 24 jam. Terdapat beberapa top websitus dan penyedia jasa layanan internet (ISP) bergabung dalam event tersebut, seperti Google, Facebook, Yahoo, Akamai, Limelights Network dan lebih dari ribuan website ikut ambil bagian. Migrasi dari IPv6 ke IPv4 wajib dan harus dilakukan karena beberapa fakta mengenai jaringan internet saat ini :

Read More

Mekanisme aggregasi adalah suatu cara mengumpulkan beberapa rute menjadi rute yang lebih kecil dan lebih umum diteruskan kepada jalur dituju. Aggregasi akan mengurangi beban rute dalam tabel routing suatu router yang menampung dan menyimpan rute-rute dari peer dan neighbor. AS-SET salah satu tipe attribute AS-PATH dipergunakan untuk update prefix tiap-tiap AS dalam topologi jaringan BGP. AS-SET akan mengumpulkan jalur-jalur yang dilalui oleh AS untuk mencapai AS lainnya.

Konfigurasi ini akan memberikan sedikit pemahaman tentang aggregate, AS-SET, jaringan BGP. Dibawah ini topologi jaringan BGP yang saya gunakan …

#Router1

Read More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.